Laku 31.419 Unit, Penjualan Daihatsu Bulan Lalu Masih Andalkan Sigra

Laku 31.419 Unit, Penjualan Daihatsu Bulan Lalu Masih Andalkan Sigra

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali raih penjualan yang cukup positif pada Februari 2019. Pabrikan asal Jepang ini, mampu menjual secara retail (dealer ke konsumen) sebesar 31.419 unit dan wholesale (pabrik ke dealer) sebesar 31.074 unit.

Berdasarkan data yang diberikan PT ADM, terkait pasar otomotif nasional, penjualan retail salesDaihatsu meraih pangsa pasar (market share) 18,6 persen dari volume retail nasional 168.519 unit. Sementara wholesale Daihatsu, meraih pangsa pasar 19 persen dari volume wholesale nasional 163.675 unit.

Penjualan retail sales Daihatsu didominasi Sigra dengan 8.277 unit, berkontribusi sebesar 26,3 persen. Diikuti oleh Gran Max (PU) 6.426 unit (20,5 persen), dan Xenia 4.745 unit (15,1 persen).

Kemudian, disusul oleh Terios 4.489 unit (14,3 persen), Ayla 4.189 unit (13,3 persen), dan Gran Max (MB) 2.574 unit (8,2 persen). Untuk line-up Daihatsu lainnya, yakni Luxio, Sirion & Hi-Max, mencapai 719 unit (2,3 persen).

Pada sisi wholesale, Daihatsu juga dipimpin oleh Sigra sebanyak 8.154 unit (26,2 persen), Xenia sebesar 6.244 unit (20,1 persen), dan Gran Max (PU) 5.869 unit (18,9 persen).

Ini Alasan Daihatsu Pilih Modif Ayla Turbo Ketimbang Hybrid

Ini Alasan Daihatsu Pilih Modif Ayla Turbo Ketimbang Hybrid

Menyadang status pabrikan besar, dan juga produsen mobil kompak dengan efisiensi bahan bakar, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memilih untuk mengembangkan teknologi turbo untuk Daihatsu Ayla. Padahal, jika melihat tren saat ini, dibandingkan turbo, jenama asal Jepang ini bisa mengembangkan teknologi yang lebih canggih, seperti hybrid atau listrik.

Di samping itu, mobil hybrid atau listrik diprediksi bakal lebih berkembang di Indonesia. Terlebih, jika peraturan presiden terkait kendaraan ramah lingkungan tersebut, resmi disetujui dan diimplemtasikan di pasar otomotif dalam negeri.

Menanggapi hal tersebut, Pradipto Sugondo, R&D Executive Officer PT ADM mengatakan jika Indonesia sampai pada tren mesin kecil menggunakan turbo. Sedangan untuk teknologi naturally aspirated, untuk mesin-mesin dengan kapasitas yang lebih besar.

“Turbo yang dipasarkan secara massal memang tujuannya efisiensi, bukan untuk kebut-kebutan, jadi agak beda. Kalau yang ini (Daihatsu Ayla turbo) bukan, kami hanya belajar ingin tahu kalau turbo dimaksimumin di Ayla, seperti apa,” jelas Pradipto di karwang, jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Lanjut Pradipto, jika mengenai pengembangan hybrid, hanya tinggal menunggu waktu saja. “Jadi mengenai hybrid, tinggu tunggu tanggal mainnya. Semua ada masanya,” tegasnya.

Sementara itu, dalam gelaran GIIAS 2018, selain menghadirkan Daihatsu Ayla turbo, ADM juga memamerkan teknologi hybridnya. Namun saat itu, raksasa asal Jepang ini hanya membawa sebuah model mock-up, tapi teknologi hybrid dari Daihatsu ini sudah sangat jelas bisa dilihat pengunjung pameran yang berlangsung di ICE, BSD, Tangerang Selatan.

“Untuk edukasi. Karena umumnya masyarakat tidak mengerti cara kerja mesin hybrid,” jelas Amelia Tjandra, saat berbincang dengan Liputan6.com, saat GIIIAS 2018 lalu.

Lanjut Amel, dengan penjelasan terkait teknologi mobil hybrid ini, masyarakat atau pengunjung bisa benar-benar memahami teknologi hybrid yang bakal digunakan Daihatsu di Indonesia.

Wow Daihatsu Ayla Turbo Habiskan Dana Setengah Miliar Rupiah

Wow Daihatsu Ayla Turbo Habiskan Dana Setengah Miliar Rupiah

Untuk membuktikan kemampuan rancang bangun dari research and development (R&D), PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memperkenalkan satu model modifikasinya, Daihatsu Ayla turbo. Sejatinya, model kencang dari mobil murah ramah lingkungan ini, sudah dipamerkan di gelaran otomotif bergengsi di Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.

Selang beberapa bulan sejak diperkenalkan, jenama yang terkenal dengan mobil kompaknya tersebut akhirnya mengajak teman-teman jurnalis otomotif nasional untuk membuktikan performa Daihatsu Ayla turbo ini. Pasalnya, dengan penambahan turbo, modifikasi kaki-kaki dan sistem pembuangan, model ini diklaim memiliki tenaga hingga 200 Tk.

Lalu, berapa investasi yang dihabiskan PT ADM untuk membangun mobil konsep modifikasi Ayla turbo ini?

Dijelaskan Soni Satriya, Executive Coordinator Design Engineering R&D PT ADM, untuk membangun Daihatsu Ayla turbo ini kurang lebih sekitar Rp 500 jutaan.

“Kita bagi dua, bodi kit dan performa. Untuk bodi kit kurang lebih Rp 250 sampai Rp 260 jutaan,” jelas Soni di sela-sela test drive Daihatsu Ayla turbo di area test course R&D PT ADM, Rabu (6/3/2019).

Lanjutnya, investasi untuk bodi kit memang tergolong mahal, karena saat itu untuk kebutuhan dipamerkan di GIIAS 2018. Jadi, pihak Daihatsu menyisihkan dana untuk dress-up bodi.

“Pembuatan holding dan pabrikasi memang menghabiskan banyak dana di situ,” tegasnya.

Sementara itu, untuk engineering dan bodi juga masuk, karena memang tidak hanya bicara mesin itu kurang lebih Rp 50 juta.

“Bodi masih utuh punya Ayla, hanya kita memberikan reinforcement karena ini kan cepat, jadi rigiditas dari bodinya harus ditambahkan,” pungkasnya.

Menjajal Ketangguhan Daihatsu Xenia Varian Tertinggi di Jalanan Sibolga

Menjajal Ketangguhan Daihatsu Xenia Varian Tertinggi di Jalanan Sibolga

Menjadi Low Multi-Purpose Vehicle (MPV) andalan PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Daihatsu Xenia telah mendapatkan penyegaran baru. Kini, generasi terbaru dari kembaran Toyota Avanza ini mendapatkan ubahan varian tambahan dengan mesin 1.5 liter.

Tampilan Daihatsu Xenia anyar terlihat lebih sipit pada bagian depan. Namun, Liputan6.commelihat model ini tidak terlalu berbeda dibandingkan model sebelumnya, karena perbedaan paling terlihat hanya pada bagian lampu depan.

Kesan tangguh, terlihat pada bagian bumper, grille, dan headlight yang dilengkapi LED. Selain itu, Xenia tertinggi ini mendapatkan aerokit baru di bagian depan dengan sentuhan hitam doff.

Sentuhan krom juga hadir pada list kaca samping, garnish pelat di pintu belakang dan stoplamp. Tak lupa terdapat pula spoiler belakang dengan high mount stop lamp dan aero kit di belakang yang mampu mempercantik Xenia baru ini.

Setelah membahas eksterior, mari kita menuju kabin Daihatsu Xenia. Sebagai pengemudi, saat duduk di jok berwarna hitam terkesan elegan. Meski demikian, bangku yang cukup empuk tersebut kurang mampu memeluk badan dengan sempurna.

Pengaturan jok cukup mudah, dengan bisa diatur sudut kemiringannya (reclining), dan ketinggiannya, serta digeser maju-mundur (sliding) untuk disesuaikan di posisi ideal.

Dari segi kenyamanan mobil ini mendapatkan jok berbahan fabric, head unit 2-DIN touchscreenaudio, dan enam speaker yang tersebar di dalam kabin.

Terkait fitur, Xenia punya window jam protection, sensor belakang, dan sensor depan. Untuk pengaturan pendingin ruangan sudah disematkan sistem digital dan sistem audio yang telah didukung oleh teknologi konektivitas dengan smartphone.

Rahasia di Balik Bertahannya Harga Daihatsu Xenia Terbaru

Rahasia di Balik Bertahannya Harga Daihatsu Xenia Terbaru

Resmi meluncur di Indonesia 15 Januari lalu, harga jual Grand New Xenia tak mengalami kenaikan. Xenia X MT 1.3 STD sebagai varian termurah dibanderol Rp 183,35 juta. Sedangkan yang termahal adalah varian baru bermesin 1.500 cc, tipe R AT DLX, Rp 228,9 juta.

Hal itu merupakan salah satu kejutan dari minor change yang dilakukan pabrikan otomotif asal Jepang tersebut. Lalu apa rahasia PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku pabrikan Grand New Xenia?

Amelia Tjandra selaku Direktur Pemasaran ADM mengatakan, rahasia hingga Grand New Xenia bisa dijual tanpa kenaikan harga memiliki kata kunci efisiensi dalam segala hal.

“Kami melakukan efisiensi dalam segala hal. Mulai dari efisiensi biaya produksi, proses produksi, biaya material, hingga biaya marketing,” ujar Amelia di Sibolga, Sumatera Utara.

Selain itu, wanita yang akrab disapa Amel itu menegaskan, biaya produksi kendaraan juga telah dikurangi.

Proses produksi pun harus disingkat, misalnya, dari tiga proses menjadi dua proses, sehingga biayanya menjadi lebih murah. Biaya marketing dan promosi juga ditekan.

“Jadi cost per unit ditekan supaya bisa mencapai target harga jual tidak naik. Ini berlaku menyeluruh dan semua model,” ucapnya.

Strategi harga jual tetap di Grand New Xenia ini sejatinya meniru strategi harga model low SUV, All New Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Low SUV ini diluncurkan pada November 2017.